Ia Meredup
Sekiranya keindahanmu hanya boleh nampak pada kelopak mataku, maka izinkan aku mencintaimu dengan segala debar-debar cinta yang tersisa.
Sekiranya kau adalah sesuatu yang takkan pernah kugapai bahkan dalam masa terbaikku, maka jangan kau biarkan perasaanku mati untuk meratapi betapa pentingku tak lagi kau butuhkan. Jangan kau biarkan perasaanku mati sebab lelah memahami bagaimana kau ingin dicintai atau; sebab lelah membuatmu mengerti bahwa sakit itu.. akupun rasa.
Jangan kau ganti setiap perasaan debar dan rindu ini, menjadi lelah yang tak lagi ingin kusampaikan pada siapapun termasuk kamu yang paling kubutuhkan..
Setelah segala debat panjang, aku meredup pelan-pelan. Dimakan begitu banyak ekspektasi untuk dicintai dengan manis lebih lama daripada ini. Aku meredup, dan menemukan bahwa kau tak akan kehilangan apa-apa setelah ini.
Kubiasakan.

Komentar
Posting Komentar