Saya Memeluknya, Tapi Ia Tak Lagi Hangat

    Ini adalah kematian pertama yang membuat saya benar benar sadar bahwa seluruh dunia saya bisa hancur berkeping-keping. Sebab, makhluk yang telah mencintai saya bahkan sebelum saya lahir ke dunia ada di dalam sana.


    Malam itu saya menunggu, berharap keajaiban datang. Berkali-kali saya bertanya, sudah berapa jam jantung itu berhenti berdetak. Saya terus berharap ia akan bangun kembali, seperti orang-orang yang hanya mengalami mati suri. Saya tidak sanggup memandikan jenazahnya. Melepaskannya dari dunia ini terasa begitu sesak. Tangan dan jiwa ini seolah ingin menahannya saat orang-orang mulai mengangkatnya. Dalam hati saya terus berkata,


   “Tunggu sebentar…

barangkali mama saya akan bangun kembali.”


    Berkali-kali kain kafan itu dibuka, dan setiap kali itu pula saya berharap jantungnya kembali berdetak. Namun kenyataannya tidak. Sampai saya merasakan dinginnya tubuhnya, merasakan badannya yang mulai kaku, hingga detik di mana ia benar-benar dikuburkan.


    Di malam itu, di samping tubuhnya yang dingin dan kaku, saya seperti berhalusinasi. Saya melihatnya bangun dan berbicara kepada saya. Hati saya begitu bahagia, benar-benar bahagia. Saya mencoba berteriak memanggil orang-orang, “Lihat… mama bangun kembali.” Namun beberapa detik kemudian saya tersadar, suara itu tidak pernah benar-benar sampai.


    Saya berlinang air mata, dipaksa ikhlas untuk sesuatu yang paling enggan saya lepaskan. Saya memeluknya, berharap tubuh itu kembali hangat. Namun berkali-kali saya memeluknya, tubuhnya tetap dingin dan kaku.


    Bahkan setelah berbulan-bulan, sebagian dari diri saya masih berharap semua ini hanyalah mimpi.


    Sampai saat ini saya masih memimpikannya. Bahkan hal sekecil melihat WhatsApp-nya yang masih tercentang dua pun membuat hati saya berharap sejenak bahwa semuanya belum benar-benar terjadi.


    Ya Allah, ampunilah segala dosanya, terimalah seluruh amal ibadahnya, jauhkan ia dari azab kubur dan siksa neraka. Tempatkanlah ia di surga-Mu yang paling indah, setelah begitu banyak derita dan perjuangan yang ia lalui di dunia ini demi anak-anaknya. 🫂🥀





Komentar

Postingan Populer